1.
Lihat sorot matanya :
- Sorot matanya sering berbinar dan
tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar , maka dia Sanguinis (udara).
- Sorot matanya tajam, dan berani bertatap
pandangan lama, maka dia koleris (api), seperti gambar di bawah ini;
2.
Perhatikan Cara Dia berbicara
:
- Dia banyak bicara dan tertawa, heboh, serta
punya banyak guyonan, suka ngerjain orang, maka dia sanguinis
(udara).
- Dia sering pake perkataan seperti
“tergantung” atau apapun yg menunjukkan dia banyak banget yg dipertimbangkan,
maka dia melankolis (tanah).
- waktu ndengerin Kamu bicara dia sering
banget pake pose non verbal tangan ke wajah, maka dia melankolis (tanah).
- Dia sering bilang “minta maaf” atau
semacamnya, maka dia melankolis
(tanah).
- Ngomongnya pelan, lebih suka mendengarkan
ketika ada di kerumuman, pendengar yg baik, maka dia adalah phlegmatis (air).
3.
Perhatikan sikap Tubuhnya :
- Waktu dia bicara seluruh wajah dan
kebanyakan anggota tubuhnya ikut gerak untuk memperkuat pesan, maka dia sanguinis (udara).
- Pada waktu duduk dia ndak bisa diam, maka
dia sanguinis (udara).
- Pada waktu duduk sikapnya tegak, gayanya
defensif dan/atau superior (i.e. tangan bersilang di depan dada, kedua tangan
diletakkan di belakang tengkuk), maka dia koleris (api).
-
Pada
saat duduk sikap nonverbalnya tampak spt orang yg sedang mengevaluasi (i.e.
tangan di dagu, tangan di pipi) maka dia melankolis
(bumi).
- pada saat duduk pinggangnya lebih dekat
atau menyentuh alas duduk, maka dia phlegmatis (air).
4. Melihat dari Sikapnya
terhadap Orang lain :
-
dia tidak
sungkan untuk nanya dan ngomongin rahasia orang lain, maka dia sanguinis (udara).
- dia tiba-tiba aja mbetulin kerah baju Kamu
yg melenceng, ngambilin ballpoin orang lain yg jatuh meski agak jauh dari
posisinya, maka dia koleris (api).
- dia secara otomatis cenderung suka menyuruh
orang, atau gigih banget membuat orang lain menerima pendapatnya, maka dia koleris (api).
- dia sepertinya amat tidak keberatan untuk
beda pendapat hingga sampai berdebat alot dg orang lain, maka dia koleris (api).
- dia begitu peka pada bagaimana orang lain
memberi tanggapan, maka dia melankolis
(bumi).
- dia sampe bisa menangis atas cerita orang
lain, maka dia melankolis (bumi).
- dia nurut, hampir tidak bisa nolak, atau
malah tidak bisa nolak request orang lain, maka dia phlegmatis (air).
5.
Lihat Caranya Berpakaian :
-
pakaiannya
relatif (paling) trendi, atau warnanya ngejreng bukan main, atau apapun yg
mbikin dia tampak mudah dibedakan dg yg lain, maka dia tu sanguinis
(udara).
- dia sering minta baju, tas atau apapun yg dia
miliki dikomentari ama teman-temannya, maka dia tu sanguinis
(udara).
- model pakaian dan style-nya konservatif
(i.e. bukan motif berani, kemeja dimasukkan baju, dst), maka dia melankolis.
6.
Perhatikan saat Dia sedang Dimintai mengambil Keputusan
:
- mikirnya lama, dan ketika ditanya dia
memberikan buanyak sekali pertimbangan, maka dia adalah melankolis
(bumi).
- mikirnya lama, dan tampak banget bahwa dia
ternyata tidak sedang berpikir keras dan lebih suka klo dia nurut aja ama
keputusan yg sudah ada, maka dia adalah phlegmatis (air).
-
mikirnya
cepat, dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling atau lebih
menyenangkan, maka dia adalah sanguinis
(udara).
Yg berikut ini adalah melankolis. Dalam
temparemen yg ekstrim, tipikal sorot matanya tampak seperti ini:
Jadi, saat Kamu
baru aja dikenalkan :
- Dengan Sanguinis,
maka ingat bahwa dia itu senang dipuji, ketika dia bercanda sebaiknya Kamu
tertawa. Kamu boleh aja ngeledek dia, tapi berhati-hatilah untuk tidak
mengkritik dia.
- dengan Koleris, maka ingat bahwa dia suka banget ketika
orang lain memberi pengakuan atau kagum akan segenap pencapaian dia. Biarkan
aja dia banyak bicara dan bersikap dominan. Kamu tak harus sepakat dg apa-apa yg dia omongkan, tapi sebaiknya Kamu (terlihat)
mendengarkan dg baik apa yg dia sampaikan.
- dengan Melankolis,
maka ingat-ingatlah bhw dia tu tidak suka omongan mbulet atau basa basi
berlebihan. Hati-hati kalo ngguyoni dia. Perasaannya paling peka ketimbang yg
lain. Tidak perlu juga mengkritik dia. Para melankolis biasanya sudah amat
pintar mengkritisi dirinya.
- dengan Phlegmatis, Kamu tidak punya terlalu banyak
larangan. Phlegmatis adalah kaum yg paling easy going dan enak diajak ngobrol.
Sanguinis, Yang mereka butuhkan :
- Perhatian
- Dukungan
- Kasih sayang
- Penerimaan
Dan
yang mereka hindari:
- Tugas membosankan
- Rutinitas
- Kritik
- Detail
- Sasaran terlalu tinggi
Koleris, yg mereka butuhkan:
- Penghargaan prestasi
- Peluang memimpin
- Partisipasi memutuskan
- Sesuatu untuk diatur
Lalu
yang mereka hindarkan:
- Istirahat
- Kebosanan
- Permainan yang tak mungkin dimenangkan
Melankolis, yang mereka harapkan:
- Kepekaan keinginan
- Kualitas prestasi
- Ruang sendiri
- Ketenangan stabilitas
- Dukungan orang tua
- atau singkatnya: Sensitivity – Support – Space – Silence
Yang
mereka hindari:
- Keributan
- Kebisingan
- Urusan-urusan sepele
- Diolok-olok
Phlegmatis,
yang mereka
butuhkan:
- Relaksasi dan Santai
- Perhatian
- Pujian
- Motivasi penuh kasih
Yang
mereka hindari:
- Konflik – Konfrontasi
- Inisiatif
- Keputusan
- Kerja ekstra
- Tanggung jawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar