Seorang pengusaha yang baru selesai sholat disalah
satu masjid di pesesantren, dan pengusaha itu bertemu dengan pak kyai
lalu minta
di do’akan agar dia menang tender, dan berjanji jika menang
tender maka dia akan bersedekah ke pesantren ini.
‘‘Tolong bacakan surat Al-Fatihah…!!’’ Pinta Pak Kyai
‘‘Memangnya ada apa pak kyai, kok tiba-tiba ingin mendengar saya baca Al-Fatihah…?’’ Tanya Pengusaha
‘‘Sudah baca saja… saya mau dengar…!!’’ Kata Pak Kyai
Maka sang pengusaha itu pun mulai membaca surat pertama Al-quran.
‘‘…Bismillahirrahmanirrahim…’’
‘‘…Alhamdulillahi rabbil alamiin…’’
‘‘…Ar rahmaanir rahiim…’’
‘‘…Maliki yaumiddiin…’’
‘‘…Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin…’’
‘‘…Alhamdulillahi rabbil alamiin…’’
‘‘…Ar rahmaanir rahiim…’’
‘‘…Maliki yaumiddiin…’’
‘‘…Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin…’’
‘‘Sudah… sudah… cukup… Berhenti sampai di situ…!” Pinta Pak Kyai
Si pengusaha pun menghentikan bacaan.
‘‘Ayat yang terakhir sampeyan baca itu mengerti tidak maksudnya…?” Tanya Pak Kyai
‘‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin… pak Kyai…?’’ Tanya Pengusaha Menegaskan
‘‘Ya, yang itu…” Jawab Pak Kyai dengan tersenyum
“Oh itu saya sudah tahu artinya… kepada-Mu ya Allah
kami mengabdi… kepada-Mu ya Allah kami memohon pertolongan…” Kata si
pengusaha
‘‘Oh, rupanya masih sama Al-Fatihah sampeyan dengan saya punya…” Ujar Pak Kyai dengan nada ringan
Si pengusaha memperlihatkan raut kebingungan di wajahnya.
‘‘Maksud pak kyai…???’’ Tanya Pengusaha
‘‘Saya kira Al-Fatihah sampeyan sudah terbalik menjadi iyyaka nasta’iin wa iyyaka na’budu…” Jawab Pak Kyai
Si pengusaha malah bertambah bingung mendengar penjelasan pak kyai.
‘‘Saya masih belum mengerti pak Kyai…” Tanya Pengusaha
Pak kyai tersenyum melihat kebingungan sang pengusaha, beliau pun menjelaskan;
‘‘Tadi sampeyan bilang kalau menang tender maka sampeyan akan sedekah
ke pesantren ini. Menurut saya itu mah iyyaka nasta’iin wa iyyaka
na’budu. Kalau Al-Fatihah sampeyan nggak terbalik, pasti sampeyan
sedekah dulu ke pesantren ini, insya Allah pasti menang tender…” Lanjut
Pak Kyai
‘‘Astaghfirullah…” Kata Pengusaha itu dengan berterima kasih kepada Pak Kyai karena tlah mendapatkan pelajaran yang berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar