Dengan
ilmu pengetahuan tentang Neuro – Linguistic Programming (NLP), yang dalam
pengalihan bahasa inggris ke bahasa Indonesia bila tak salah neuro itu dalam
ilmu kedokteran ialah syaraf (boleh disebut jiwa/diri). Dimana linguistic itu
kata – kata dan programming itu memprogram. Jadi mungkin yang dimaksud dengan
NLP itu artinya adalah “Suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara – caranya? Memprogram kata – kata kedalam diri/jiwa”.
Dasar
yang amat mendasari ilmu NLP itu diketemukan awalnya adalah dari rasa ingin
tahu, tentang bagaimana cara – caranya memodel sesuatu yang berguna dapat
dimanfaatkan oleh manusia. Dengan tujuan agar manusia merdeka secara utuh
dengan sumber daya yang dimiliki menjadi potensi, guna menggapai keberhasilan
dalam menjalani kehidupannya.
Ilmu
NLP itu sesungguhnya adalah ilmu yang bukan untuk di modelnya manusia menjadi
ke modelnya manusia, dengan jalan harus dan wajib dimotivasi juga didoktrin
supaya ke model menjadi manusia.
Sesungguhnya
ilmu NLP itu adalah ilmu penyadaran diri mencapai apa – apa yang diinginkan,
sehingga bagaimana cara – cara manusia itu dapat meraih keinginannya?...dengan
jalan memodel sesuatu menjadi butuh dan perlu dicapainya lewat penyadaran diri
akan modal sumber daya diri menjadi potensi nya. Dimana ketika akan menggapai sesuatu yang diinginkan itu!, menjalaninya
dengan memodel sesuatu menjadi motiv nya untuk dilaksanakan suka rela, yang
sesuai dengan hukum – hukum yang ada di alam semesta ini. Sehingga dilakukan
tanpa beban dan tekanan dari pihak luar, disebabkan menjadi kebutuhan dan
keperluannya menggapai apa yang diinginkannya.
Sehingga
jika ingin memodel sesuatu itu. Bukannya dengan jalan memodel hasilnya, yang
butuh dan perlu dimodel adalah proses kerja (perbuatan/tindakan) nya. Jadi bila
mempunyai keinginan sesuatu itu perlu dan butuh dipikirkan persiapan –
persiapannya untuk diusahakan mencapai yang diinginkan.
Mengapa
demikian? Kalau saja kita mau menyadari sesungguhnya kehidupan manusia saat ini
adalah akibat dari perbuatan/tindakannya, yang diakibatkan oleh keputusan yang
diambil dari hasil pertimbangan pikiran dan perasaannya, akibat langsung dari
adanya kata – kata yang dia inginkan dan
diterima lewat modal berupa vakog yang diberikan tuhan kepada manusia
(diri)nya.
Di
alam semesta ini tuhan mengisi dengan bermacam ragam makhluk ciptaan dan jenis
– jenisnya, dari mulai jenis pepohonan, jenis hewani dan jenis manusia. Dimana
saling berhubungan satu dengan lainnya.
Mengapa
dapat saling hubung menghubungi?
Berhubungan
satu dengan lainnya menurut seorang ilmuwan dan gurunya yang terkenal di dunia,
yaitu tuan aristotales, filsolof metafisika dan gurunya tuan pluto. Beliau
yakin bahwa satu dengan lainnya berhubungan disebabkan adanya 3 jenis roh :
1.
Roh Nabati (anima vegetativa).
2.
Roh Hewani (anima sensitiva).
3.
Roh Insani (anima intelektiva).
Berkat
adanya 3 jenis roh tersebut itu, maka satu dengan lainnya saling berhubungan.
Diantara pohon dengan manusia berhubungan lewat kata – kata yang disebut oxigen
dibutuhkan untuk hidup. Manusia dengan pohon lewat kata – kata yang disebut
carbon oxide dibutuhkan untuk tumbuh. Hewani
dengan manusia berhubungan butuh lewat adanya kata – kata yang disebut protein
untuk hidup sehat. Dan silahkan sobat – sobat sekalian yang saya hormati
menghubung – hubungkan sendiri menurut versi masing – masing. ^_^
Hubungan
antara manusia itu dalam berkarakter (meta program) boleh dikira – kirakan
sebagai berikut :
1.
Toward (mendekati) >< moving a way
(menjauhi)
Karakter toward
(mendekati) kira – kira orang yang dalam mengambil keputusan dipengaruhi oleh
keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan sering juga disebut
sebagai Gain Pleasure, sebaliknya
dari karakter moving a way (menjauhi) adalah orang yang dalam pengambilan
keputusannya dipengaruhi oleh keinginan untuk menghindari sesuatu yang tidak
menyenangkan, sering juga disebut seebagai Avoiding
Pain.
Aplikasi : orang dengan
karakter Toward lebih mudah dimotivasi oleh hadiah, sebaliknya untuk memotivasi
orang dengan karakter Moving a way adalah dengan memberikan sanksi atau hukuman
jika target tidak dapat tercapai.
2.
Possibility (kemungkinan) ><
necessity (keperluan)
Karakter possibility
(kemungkinan) biasanya adalah orang yang dalam pengambilan keputusan untuk
membeli sesuatu, linguistic dalam pikirannya adalah “mungkin ini akan
diperlukan”, salah satu cirinya adalah kalau berbelanja di supermarket bisa
berlama – lama karena daftar belanjaan jumlahnya 10 yang dibeli bisa mencapai
20. Karena pikirannya “siapa tahu nanti perlu”, sebaliknya karakter necessity
(keperluan) biasanya adalah orang yang dalam pengambilan keputusan tuntuk membeli sesuatu, linguistic dalam pikirannya
adalah “apakah ini betul – betul diutuhkan?” salah satu cirinya adalah kalau berbelaanja
di supermarket cepat saja karena dia sudah tau apa yang mau dibeli bahkan jika
jumlah daftar belanjaan 10 yang ddibeli mungkin hanya 7 atau 8 daan dalam
pikirannya adalah “ah, ini belum diperlukan saat ini.”
3.
Internal (rujukan dalam) ><
external (rujukan luar)
Karakter internal
(rujukan dalam) kira –kira adalah orang yang dalam pengambilan keputusannya
tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain sehingga terkesan PD habissss!
Sebaliknya karakter external (rujukan luar) kira – kira adalah orang yang dalam
pengambilan keputusannya memerlukan pendapat atau pengaruh orang lain.
4.
Self (orientasi pada diri sendiri)
>< others (orientasi pada orang lain)
Karakter self (orientasi
pada diri sendiri) kira – kira adalah orang yang dalam pengambilan keputusan, orientasinya
ada pada diri sendiri. Sedangkan karakter others (orientasi pada orang lain)
kira – kira adalah orang yang dalam pengambilan – pengambilan keputusan
orientasinya pada orang lain.
Contoh :
1)
Tipe Self yang External adalah orang yang
ingin terlihat cantik atau gagah dalam penampilannya dan sangat peduli pada
pendapat orang lain sehingga jika orang lain tidak setuju dengan baju yang
dipakainya maka dia akan dengan mudah menggantinya.
2)
Tipe Self yang Internal adalah orang yang
ingin nyaman dalam berpakaian sehingga tidak peduli pada pendapat orang lain,
sekalipun banyak orang yang tidak setuju dia akan tetap pada keputusannya.
5.
Sameness (persesuaian) ><
Differencess (ketidaksesuaian)
Karakter sameness
(persesuaian) kira – kira adalah orang yang setia pada satu produk. Jika sudah
cocok dia akan susah pindah ke produk lain karena dia tidak mau ambil resiko.
Jika produk langganannya tidak ada maka dia akan mencari yang mirip dengan yang
disukainya. Sebaliknya karakter differences (ketidaksesuaian) kira – kira
adalah orang yang gemar mencoba – coba sesuatu yang baru dan mudah bosan.
6.
Independent (sendiri) >< Team
player (kelompok)
Karakter independent
(sendiri) kira – kira adalah orang yang kalau bekerja senangnya sendiri dan
cenderung untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri, tidak mudah percaya pada
orang lain dan tidak suka jika pekerjaanya dibantu oleh orang lain. Sebaliknya
dengan karakter team player (kelompok) kira – kira adalah orang yang senang
bekerja bersama – sama orang lain, biasanya senang berorganisasi dan percaya
pada kemampuan orang lain.
7.
Spesific (rinci) >< Global
(menyeluruh)
Karakter specific
(rinci) kira – kira adalah orang yang kalau belajar senangnya dimulai dari
rincian yang detail dulu baru pelan – pelan menuju pada global (menyeluruh),
sebaliknya dengan orang yang global (menyeluruh) kira – kira adalah orang yang
kalau belajar senangnya dimulai dari garis besarnya terlebih dahulu baru pelan
– pelan menuju ke detail yang lebih rinci (specific).
8.
Procedural (aturan) >< Option (pilihan)
Karakter procedural
(aturan) kira – kira adalah orang yang dalam bekerja selalu ikut pada aturan yang
berlaku contoh, jika aturannya adalah
bekerja dari jam 08.00 s/d jam 16.00 maka dia akan menyeklok kartu absensi
tepat jam 08.00 dan pulangnya akan tepat jam 16.00, sebaliknya karakter option
(pilihan sendiri) kira – kira adalah orang yang dalam bekerja lebih
mementingkan hasil daripada aturan atau procedur pengerjaan.
Aplikasi :
1)
Orang dengan karakter procedural biasanya
cocok jika bekerja sebagai : akuntan, quality control, kasir.
2)
Orang dengan karakter option biasanya
cocok jika bekerja sebagai : salesman, arsitek, pelukis.
Ke
– 8 meta program ini merupakan meta program konvensional. Yang agak modern
setelah tahun 2002 dikenal dengan 16 meta program sehingga totalnya ada 32 meta
program. Kalau kita mau membuat perincian yang agak spesifik lagi maka kita
akan temukan 72 meta program. Silahkan sobat cari aplikasinya masing – masing…
Sumber:
http://www.portalnlp.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar