Cute Rocking Baby Monkey Bloggernya Ardillah Rachmi : Neuro – Linguistic Programming (NLP)

Rabu, 28 Januari 2015

Neuro – Linguistic Programming (NLP)



Dengan ilmu pengetahuan tentang Neuro – Linguistic Programming (NLP), yang dalam pengalihan bahasa inggris ke bahasa Indonesia bila tak salah neuro itu dalam ilmu kedokteran ialah syaraf (boleh disebut jiwa/diri). Dimana linguistic itu kata – kata dan programming itu memprogram. Jadi mungkin yang dimaksud dengan NLP itu artinya adalah “Suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara – caranya? Memprogram kata – kata kedalam diri/jiwa”.
Dasar yang amat mendasari ilmu NLP itu diketemukan awalnya adalah dari rasa ingin tahu, tentang bagaimana cara – caranya memodel sesuatu yang berguna dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dengan tujuan agar manusia merdeka secara utuh dengan sumber daya yang dimiliki menjadi potensi, guna menggapai keberhasilan dalam menjalani kehidupannya.
Ilmu NLP itu sesungguhnya adalah ilmu yang bukan untuk di modelnya manusia menjadi ke modelnya manusia, dengan jalan harus dan wajib dimotivasi juga didoktrin supaya ke model menjadi manusia.
Sesungguhnya ilmu NLP itu adalah ilmu penyadaran diri mencapai apa – apa yang diinginkan, sehingga bagaimana cara – cara manusia itu dapat meraih keinginannya?...dengan jalan memodel sesuatu menjadi butuh dan perlu dicapainya lewat penyadaran diri akan modal sumber daya diri menjadi potensi nya. Dimana ketika  akan menggapai sesuatu yang diinginkan itu!, menjalaninya dengan memodel sesuatu menjadi motiv nya untuk dilaksanakan suka rela, yang sesuai dengan hukum – hukum yang ada di alam semesta ini. Sehingga dilakukan tanpa beban dan tekanan dari pihak luar, disebabkan menjadi kebutuhan dan keperluannya menggapai apa yang diinginkannya.
Sehingga jika ingin memodel sesuatu itu. Bukannya dengan jalan memodel hasilnya, yang butuh dan perlu dimodel adalah proses kerja (perbuatan/tindakan) nya. Jadi bila mempunyai keinginan sesuatu itu perlu dan butuh dipikirkan persiapan – persiapannya untuk diusahakan mencapai yang diinginkan.
Mengapa demikian? Kalau saja kita mau menyadari sesungguhnya kehidupan manusia saat ini adalah akibat dari perbuatan/tindakannya, yang diakibatkan oleh keputusan yang diambil dari hasil pertimbangan pikiran dan perasaannya, akibat langsung dari adanya kata – kata  yang dia inginkan dan diterima lewat modal berupa vakog yang diberikan tuhan kepada manusia (diri)nya.
Di alam semesta ini tuhan mengisi dengan bermacam ragam makhluk ciptaan dan jenis – jenisnya, dari mulai jenis pepohonan, jenis hewani dan jenis manusia. Dimana saling berhubungan satu dengan lainnya.
Mengapa dapat saling hubung menghubungi?
Berhubungan satu dengan lainnya menurut seorang ilmuwan dan gurunya yang terkenal di dunia, yaitu tuan aristotales, filsolof metafisika dan gurunya tuan pluto. Beliau yakin bahwa satu dengan lainnya berhubungan disebabkan adanya 3 jenis roh :
1.      Roh Nabati (anima vegetativa).
2.      Roh Hewani (anima sensitiva).
3.      Roh Insani (anima intelektiva).
Berkat adanya 3 jenis roh tersebut itu, maka satu dengan lainnya saling berhubungan. Diantara pohon dengan manusia berhubungan lewat kata – kata yang disebut oxigen dibutuhkan untuk hidup. Manusia dengan pohon lewat kata – kata yang disebut carbon oxide dibutuhkan untuk tumbuh.  Hewani dengan manusia berhubungan butuh lewat adanya kata – kata yang disebut protein untuk hidup sehat. Dan silahkan sobat – sobat sekalian yang saya hormati menghubung – hubungkan sendiri menurut versi masing – masing. ^_^
Hubungan antara manusia itu dalam berkarakter (meta program) boleh dikira – kirakan sebagai berikut :
1.      Toward (mendekati) >< moving a way (menjauhi)
Karakter toward (mendekati) kira – kira orang yang dalam mengambil keputusan dipengaruhi oleh keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan sering juga disebut sebagai Gain Pleasure, sebaliknya dari karakter moving a way (menjauhi) adalah orang yang dalam pengambilan keputusannya dipengaruhi oleh keinginan untuk menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan, sering juga disebut seebagai Avoiding Pain.
Aplikasi : orang dengan karakter Toward lebih mudah dimotivasi oleh hadiah, sebaliknya untuk memotivasi orang dengan karakter Moving a way adalah dengan memberikan sanksi atau hukuman jika target tidak dapat tercapai. 

2.      Possibility (kemungkinan) >< necessity (keperluan)
Karakter possibility (kemungkinan) biasanya adalah orang yang dalam pengambilan keputusan untuk membeli sesuatu, linguistic dalam pikirannya adalah “mungkin ini akan diperlukan”, salah satu cirinya adalah kalau berbelanja di supermarket bisa berlama – lama karena daftar belanjaan jumlahnya 10 yang dibeli bisa mencapai 20. Karena pikirannya “siapa tahu nanti perlu”, sebaliknya karakter necessity (keperluan) biasanya adalah orang yang dalam pengambilan keputusan tuntuk  membeli sesuatu, linguistic dalam pikirannya adalah “apakah ini betul – betul diutuhkan?” salah satu cirinya adalah kalau berbelaanja di supermarket cepat saja karena dia sudah tau apa yang mau dibeli bahkan jika jumlah daftar belanjaan 10 yang ddibeli mungkin hanya 7 atau 8 daan dalam pikirannya adalah “ah, ini belum diperlukan saat ini.”

3.      Internal (rujukan dalam) >< external (rujukan luar)
Karakter internal (rujukan dalam) kira –kira adalah orang yang dalam pengambilan keputusannya tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain sehingga terkesan PD habissss! Sebaliknya karakter external (rujukan luar) kira – kira adalah orang yang dalam pengambilan keputusannya memerlukan pendapat atau pengaruh orang lain.

4.      Self (orientasi pada diri sendiri) >< others (orientasi pada orang lain)
Karakter self (orientasi pada diri sendiri) kira – kira adalah orang yang dalam pengambilan keputusan, orientasinya ada pada diri sendiri. Sedangkan karakter others (orientasi pada orang lain) kira – kira adalah orang yang dalam pengambilan – pengambilan keputusan orientasinya pada orang lain.
Contoh :
1)      Tipe Self yang External adalah orang yang ingin terlihat cantik atau gagah dalam penampilannya dan sangat peduli pada pendapat orang lain sehingga jika orang lain tidak setuju dengan baju yang dipakainya maka dia akan dengan mudah menggantinya.
2)      Tipe Self yang Internal adalah orang yang ingin nyaman dalam berpakaian sehingga tidak peduli pada pendapat orang lain, sekalipun banyak orang yang tidak setuju dia akan tetap pada keputusannya.

5.      Sameness (persesuaian) >< Differencess (ketidaksesuaian)
Karakter sameness (persesuaian) kira – kira adalah orang yang setia pada satu produk. Jika sudah cocok dia akan susah pindah ke produk lain karena dia tidak mau ambil resiko. Jika produk langganannya tidak ada maka dia akan mencari yang mirip dengan yang disukainya. Sebaliknya karakter differences (ketidaksesuaian) kira – kira adalah orang yang gemar mencoba – coba sesuatu yang baru dan mudah bosan.

6.      Independent (sendiri) >< Team player (kelompok)
Karakter independent (sendiri) kira – kira adalah orang yang kalau bekerja senangnya sendiri dan cenderung untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri, tidak mudah percaya pada orang lain dan tidak suka jika pekerjaanya dibantu oleh orang lain. Sebaliknya dengan karakter team player (kelompok) kira – kira adalah orang yang senang bekerja bersama – sama orang lain, biasanya senang berorganisasi dan percaya pada kemampuan orang lain.

7.      Spesific (rinci) >< Global (menyeluruh)
Karakter specific (rinci) kira – kira adalah orang yang kalau belajar senangnya dimulai dari rincian yang detail dulu baru pelan – pelan menuju pada global (menyeluruh), sebaliknya dengan orang yang global (menyeluruh) kira – kira adalah orang yang kalau belajar senangnya dimulai dari garis besarnya terlebih dahulu baru pelan – pelan menuju ke detail yang lebih rinci (specific).

8.      Procedural (aturan) >< Option (pilihan)
Karakter procedural (aturan) kira – kira adalah orang yang dalam bekerja selalu ikut pada aturan yang berlaku  contoh, jika aturannya adalah bekerja dari jam 08.00 s/d jam 16.00 maka dia akan menyeklok kartu absensi tepat jam 08.00 dan pulangnya akan tepat jam 16.00, sebaliknya karakter option (pilihan sendiri) kira – kira adalah orang yang dalam bekerja lebih mementingkan hasil daripada aturan atau procedur pengerjaan.
Aplikasi :
1)      Orang dengan karakter procedural biasanya cocok jika bekerja sebagai : akuntan, quality control, kasir.
2)      Orang dengan karakter option biasanya cocok jika bekerja sebagai : salesman, arsitek, pelukis.
Ke – 8 meta program ini merupakan meta program konvensional. Yang agak modern setelah tahun 2002 dikenal dengan 16 meta program sehingga totalnya ada 32 meta program. Kalau kita mau membuat perincian yang agak spesifik lagi maka kita akan temukan 72 meta program. Silahkan sobat cari aplikasinya masing – masing…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar