Cute Rocking Baby Monkey Bloggernya Ardillah Rachmi : 11 Fakta Unik Timnas Indonesia

Sabtu, 14 Juni 2014

11 Fakta Unik Timnas Indonesia

Penasaran??...yuk langsung baca aja disini...^_^
11 Fakta Unik Timnas sepak bola Indonesia


1. Indonesia ialah negara Asia pertama yang berlaga pada putaran final Piala Dunia
Tim sepakbola Hindia-Belanda berlaga pada putaran final Piala Dunia 1938 di Perancis. Pada pertandingan pertama di Stadion Reims, 5 Juni 1938, tim yang diperkuat pemain-pemain asal suku Jawa, Mauku, Tionghoa, dan indo-belanda itu kalah telak 0-6 dari Hongaria. Hongaria melaju hingga ke laga final hingga menjadi runner-up akibat ditekuk Italia 2-4.
 
2. Kapten Timnas Indonesia berprofesi sebagai Dokter
 Diantara para pemain Hindia belanda terdapat Achmad Nawir. Pemain bertahan asal klub Soerabajasche Voetbal Bond itu dipercaya pelatih Johannes Christoffel van Mastenbroek untuk menjadi kapten. Yang unik, sebagaimana yang dikutip situs Java Post yang berbahasa Belanda, Nawir sesungguhnya berprofesi sebagai dokter.

3. Bermain Bola Mengenakan Kacamata
Kapten Timnas Indonesia, Dr. Achmad Nawir turun ke lapangan dengan mengenakan kacamata, sesuatu hal yang tidak lazim saat itu dan jarang dilakukan oleh pemain negara lain.

4. Indonesia hampir Kalahkan Uni-soviet 1956
Kenyataan bahwa timnas Indonesia menahan imbang unisoviet 0-0 pada babak perempat final Olimpiade 1956 Melbourne sudah menjadi umum. Namun, tahukah sobat?? bahwa Indonesia hampir mengalahkan Soviet pada pertandingan itu?? sebagaimana dilansir situs Fifa ujung tombak klub PSM Makassar, Andi Ramang melepaskan tembakan ke gawang soviet pada menit ke-84. Namun, keeper legendaris Lev Yashin bergerak cepat dan menepis bola dengan ujung jarinya.
 

5.  Penyerang legendaris berprofesi sebagai tukang becak
Andi Ramang, putra keahiran barru ini hijrah ke Makassar menjelang kemerdekaan dan mencari nafkah sebagai penarik becak. Ia kemudian bergabung dengan Persatuan Sepak Bola Induk Sulawesi dalam sebuah kompetisi melawan PSM Makassar.

6. Tiga Pemain Bermarga Tan
Sebelum Orde Baru, pemain-pemain keturunan Cina senantiasa menjadi andalan tim Indonesia. Pada Piala Dunia 1938, ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda, ada setidaknya 3 pemain keturunan Cina bermarga Tan. Mereka adalah Tan "Bing" Mo Heng, kiper yang tergabung dalam klub HCTNH Malang, serta 2 penyerang bernama Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja) dan Tan see Han (HBS Soerabaja).

7. Pemain keturunan Cina jadi andalan
Pada Olimpiade 1956 di Melbourne, ada Tan Liong Houw, Phwa Sian Liong, Kwee Kiat Sek, Thio Him Tjiang, dan Beng Ing Hien. Pelatih tim Indonesia saat itu, Anton Pogacnik, mengaku keempatnya merupakan kunci pertahanan saat Tim Garuda menahan imbang unisoviet 0-0.
Tan Liong houw (kiri)


8. Antun Pogacnik Pelatih Tersukses
Berkat penanganan mantan pelatih timnas Yugoslavia, Antun 'Toni' Pogacnik, timnas meraih kesuksesan terbesar. Semasa dia melatih, Indonesia menjadi semifinalis Asian Games 1954 di Manila, menahan imbang Unisoviet  pada Olimpiade 1956 di Melbourne,dan merebut medali perunggu di Asian Games 1958 di Tokyo. Pogacnik juga nyaris membawa Indonesia melangkah ke putaran final Piala Dunia 1958 di Swedia.

9. Diplomasi sepak bola Indonesia-Yugoslavia
Sebelum menjadi pelati, Pogacnik merupakan pemain gelandang bertahan timnas Yugoslavia yang kemudian melatih timnas negara Balkan tersebut. Pada 1954, dia sepakat melatih timnas Indonesia atas permintaan presiden Soekarno kepada presiden Yugoslavia Josip Broz Tito.

10. Indonesia tolak adeni Israel
Setelah melewati cina dalam pertandingan kandang dan tandang, Indonesia lolos ke babak kualifikasi Piala Dunia 1958 di Swedia. Pada babak itu, Indonesia tergabung bersama Israel, Sudan, dan Mesir. namun, sikap politik Indonesia, Sudan dan Mesir membuat ketiga negara itu menolak meladeni Israel. Israel pun diuntungkan dan melaju ke babak playoff, tahap selanjutnya untuk masuk putaran final di Swedia. Namun, langkah Israel terhenti akibat takluk dari Wales, runner up grup kualifikasi Eropa.

11.  Kiblat ke Belanda dan Eropa Timur
Sejak era kemerdekaan sampai sekarang, tim Indonesia telah dilatih oleh sedikitnya 17 pelatih asing. Dari jumlah itu sosok pelatih yang diimpor terbanyak dari kawasan Belanda dan Eropa Timur. Paling tidak ada empat pelatih dari Negeri Kincir Angin yakni Feyenoord Rotterdam Wiel Coerver, Frans van Balkom, Henk Wullems, dan eks-punggawa timnas Belanda era 1970-an Wim Rijsbergen. Deretan nama tersenut belum ditambah Johannes Christoffel van Mastenbroek yang melatih tim Hindia Belanda pada Piala Dunia 1938.
Adapun pelatih dari Eropa Timur mencakup :  Antun 'Toni' Pogacnik (Yugoslavia), Anatoli Polosin (Rusia), Josef Masopust (Cekoslowakia), Ivan Toplak (Yugosavia), Marek Janota (Poandia) dan Ivan Kolev (Bulgaria). Polosin menjadi pelatih terakhir yang mampu mengantarkan timnas Indonesia merebut medali emas SEA Games 1991 di Manila.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar