Setahun
lalu, petani local di La Flecha, sekitar 250 km arah barat dari kota Trelew,
Patagonia, Argentina, secara tak sengaja menemukan fosil di padang pasir.
Setelah menerima laporan itu, tim ahli palaeontologi dari Museum Palaeontologi Egidio Feruglio pun bergerak melakukan ekskavasi.
Setelah menerima laporan itu, tim ahli palaeontologi dari Museum Palaeontologi Egidio Feruglio pun bergerak melakukan ekskavasi.
Setahun kemudian, tim palaeontologi
yang diketuai Dr Jose Luis Carballido dan Dr Diego Pol menyingkap ada sekitar
150 tulang belulang dilokasi tersebut. Berdasarkan ukuran tulang paha yang
ditemukan, tim peneliti, pada Sabtu (17/5/14), menyatakan temuan itu merupakan
dinosaurus terbesar yang pernah hidup di dunia.
“Ukurannya seperti dua truk gandeng
berbaris dan beratnya setara 14 gajah afrika. Ini benar – benar harta karun
palaeontologi!” kata pakar dinosaurus Carballido. Tim peneliti memperkirakan
ukuran dinosaurus temuan mereka itu sepanjang 40 meter dari ujung mulut ke
ujung ekor, tinggi 20 meter dari kaki hingga kepala dengan leher tegak - -
setara dengan gedung 7 lantai - - dan dengan berat sekitar 77 ton.
Carballido dan timnya menyatakan fosil
temuan mereka itu termasuk spesies baru Titanosaurus,
yakni dinosaurus tipe herbivora yang hidup pada Zaman Kapur. Raksasa pemakan
tanaman itu, berdasarkan usia bebatuan di situs ekskavasi, diperkirakan hidup
di hutan – hutan Patagonia antara 95 dan 100 juta tahun lalu.
Dinosaurus itu diperkirakan mati
akibat dehidrasi atau terperangkap dalam lumpur. Peneliti juga menemukan lebih
dari 60 gigi dinosaurus karnivora di sana. “Mungkin dinosaurus karnivora hendak
memakan bangkai Titanosaurus yang
sudah mati ini, tetapi gagal karena kulit dan dagingnya keras,” tambah
Carballido. Spesies baru itu melebihi ukuran Argentinosaurus yang sebelumnya diklaim sebagai dinosaurus terbesar
yang pernah hidup di bumi. Lebih lanjut, ia mengatakan dinosaurus terbaru itu
akan diberi nama sesuai kemegahannya, serta para petani yang sudah melaporkan
temuan itu.
Fosil Argentinosaurus ditemukan pada 1987 di Argentina seberat sekitar 70
ton, berdasar perkiraan yang diperoleh dari sejumlah tulang. Pada temuan
terbaru itu (Titanosaurus), para
peneliti beroleh lebih banyak tulang sehingga mereka lebih yakin sepesies yang
baru disingkap lebih besar dari Argentinosaurus.
Pakar dinosaurus dari Natural History
Museum di London, Inggris, Dr Paul Barrett, sepakat, Titanosaurus yang
ditemukan di Patagonia itu benar – benar berukuran raksasa. “Masalahnya, tidak
ada lengkap yang ditemukan sehingga proporsi keseluruhan hewan itu baru
terkaan,” katanya. (BBC/CNN/Time/Wey/X-7)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar