Cute Rocking Baby Monkey Bloggernya Ardillah Rachmi : Bintik Merah Jupiter Menyusut

Kamis, 14 Agustus 2014

Bintik Merah Jupiter Menyusut



Pusaran badai terkuat di tata surya ini berukuran lebih besar dari bumi…inilah gambaran untuk titik merah Jupiter. Tahukah sobat??...
titik merah ini mulai menyusut sedikit demi sedikit dari tahun 1930-an hingga sekarang 2014. Apa sih yang menyebabkan terjadinya penyusutan titik merah Jupiter itu??...Langsung aja simak artikel selengkapnya..di bawah ini ^_^
          Penyusutan yang diketahui berlangsung sejak 1930-an ini mengubah bentuk pusaran badai itu dari lonjong menjadi lingkaran. Gambar terbaru dari teleskop antariksa Hubble memastikan ukuran titik merah raksasa itu terus mengecil disbanding sebelumnya. Bintik/Titik Merah Jupiter, adalah pusaran badai terkuat di tata surya. Ukurannya lebih besar dari Bumi dan terlihat seperti sebuah mata merah tua yang tertanam dipermukaan planet berwarna kuning pucat, jingga dan putih. Kecepatan angin dalamnya sangat luar biasa, mencapai ratusan kilometer per jam dengan putaran berkebalikan arah jarum jam.
          “Pengamatan terbaru menunjukkan ukurannya 16.500 km, diameter terkecil yang pernah kami catat,” kata Amy Simon dari fasilitas Goddard Space Flight Center milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Maryland, AS.
          Seperti dikutip laman Spacetelescope, kemarin, bintik merah Jupiter pertama kali dideteksi pada 1830-an. Pengamatan para astronom hingga akhir 1800 menunjukkan pusaran angin bergolak itu memiliki diameter terpanjang 41.000 km. ukurannya cukup lebar untuk memuat tiga Bumi berderetan. Subhannallah..^_^
          Penyusutan mulai diketahui ketika pada 1979 dan 1980 wahana antariksa Voyager 1 dan 2 milik NASA mengukur Bintik Merah Jupiter. Hasilnya diameter si “Mata Merah” menjadi 23.335 km. Pemotretan yang dilakukan lewat teleskop antariksa Hubble pada 1995 menunjukkan diameternya 20.953 km. Lalu, dalam gambar pada 2009 diameter Bintik Merah hanya 17.911 km.
          Pengamatan amatir yang dilakukan sejak 2012 belum menemukan penyebab penyusutan itu. Tapi laju penyusutan Bintik Merah Jupiter terbilang cukup pesat (cepat). “Angkanya mencapai 1.000 km per tahun,” begitu NASA menuliskan dalam laman resminya.
          Simon mengatakan, hasil pengamatan terbaru NASA menunjukkan adanya pusaran kecil yang masuk ke dalam Bintik Merah. “Kami menduga hal ini yang memicu penyusutan,” kata dia. Ia dan timnya terus mempelajari gerakan pusaran kecil dan dinamika di internal badai untuk menentukan penyebab pasti penyusutan Bintik Merah Jupiter yang masih misterius.
          NASA juga terus memperkuat instrument untuk mengamati Jupiter. Selain mengandalkan Voyager, badan antariksa Negeri Abang Sam itu meluncurkan pesawat antariksa Juno menuju Jupiter. Menurut rencana, Juno akan mencapai planet raksasa itu pada Juli 2016. Pengamatan dari dekat dengan Juno diharapkan akan membantu mengungkap misteri penyusutan Bintik Merah Jupiter.
          Pusaran badai besar seperti Bintik Merah Jupiter juga pernah dijumpai pada Neptunus, planet tetangga Jupiter. Namanya Bintik Gelap Raksasa. Namun keberadaannya perlahan menghilang dalam beberapa dekade terakhir Wahana antariksa Voyager 2 pernah memotret Bintik Gelap selama terbang melintasi Neptunus pada 1989. “Tapi badai itu tidak terlihat lagi ketika Teleskop Hubble mengamati planet itu pada 1994,” demikian NASA menuliskan dalam laman Space.
Sumber: Koran Tempo/Mahardika, Edisi Sabtu,21 Juni 2014
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar