Cute Rocking Baby Monkey Bloggernya Ardillah Rachmi : BIOFILM, LENDIR PELINDUNG BAKTERI

Rabu, 11 Februari 2015

BIOFILM, LENDIR PELINDUNG BAKTERI




Sumber : Tempo, 23 Agustus 2014
Tahukah sobat? Tanpa kita sadari beberapa bakteri yang di beri suntikan antibiotik, bukannya malah mati tetapi malah bertambah kuat dan berkembang??... Biar lebih jelas, baca langsung disini selengkapnya.. J ^_^

Udah pada tau dong, yang namanya makhluk hidup punya cara tersendiri buat melindungi diri. Bakteri juga gitu, jenis organisme renik atau mikroba yang jamak menyebabkan penyakit. Untuk mengatasi bakteri ini, manusia biasa menggunakan antibiotik, right? J . Dan buat si Bakteri, antibiotik itu ancamaaannnn.
            Nah, saat terancam inilah si Bakteri membentuk ‘Biofilm’. Apasih Biofilm itu?...biofilm itu lapisan lendir yang menyelimuti bakteri…terbentuk dari kumpulan sel bakteri yang menempel satu sama lain dan menghasilkan lapisan kimia yang padat dan berlendir. Tujuannya untuk melindungi bakteri dari dampak antibiotik.
            Tim peneliti dari University of Southern California dan Oak Crest Institute of Science di Amerika Serikat telah menemukan hubungan antara antibiotik dan pembentukan biofilm bakteri, yang memicu infeksi paru – paru, sinus, dan penyakit telinga kronis. Riset mereka menunjukkan bagaimana biofilm bakteri justru berkembang ketika diberi antibiotik dalam dosis rendah.
            “Penelitian ini menjawab soal mengapa beberapa anak mengalami infeksi telinga berulang setelah diberi antibiotik,” kata Paul Webster, pemimpin penelitian sekaligus ilmuwan senior dikedua kampus tu, seperti dikutip ScienceDaily, kemarin.
            Riset yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE edisi terbaru ini mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Dosis rendah antibiotik tidak membuat kumpulan bakteri menyusut, melainkan sebaliknya. “Begitu biofilm terbentuk, bakteri menjadi lebih kuat terhadap setiap pengobatan antibiotik.” Webster menambahkan.
            Webster dan timnya meneliti Haemophilus influenza (NTHI), tipe bakteri patogen penyebab flu yang umum menyerang manusia. Dalam percabaan laboratorium, bakteri diberikan ampisilin (ampisilin adalah kelas antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi sauran pernapasan, sinus dan telinga) dalam dosis yang tidak mematikan.
            Kondisi ini disengaja agar memungkinkan bakteri untuk bereaksi terhadap antibiotik dengan memproduksi glikogen. Gula kompleks yang sering digunakan oleh bakteri sebagai sumber makanan ini berguna untuk menghasilkan biofilm yang kuat.
            Webster mengatakan biofilm merupakan komunitas mikroba yang sangat terstruktur. Mereka menempel satu sama lain dan melekat pada permukaan suatu obyek. Kumpulan organisme renik itu mengelompok bersama – sama dan membentuk lapisan pelindung polisakarida yang berlendir. “Lapisan ini melindungi sel – sel bakteri yang ada di dalamnya,” ujar dia.
            Tidak hanya itu, lapisan lendir ini menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi setiap bakteri baru yang dihasilkan. Dalam kasus Haemophilus influenza, pemberian ampisilin memicu bakteri untuk terus menghasilkan glikogen. Zat gula ini menjadi sumber makanan nyaris tak terbatas bagi biofilm, yang dapat dipakai setelah paparan antibiotik berakhir.
            Sayangnya, sampai hari ini belum ada pengobatan yang disetujui untuk mengatasi infeksi akibat biofilm bakteri. Padahal, biofilm bakteri dapat menyebabkan infeksi kronis yang lebih parah. Pasien yang terkena penyakit tentu sulit untuk disembuhkan.
            Pasien dewasa, kata Webster, akan menderita infeksi paru – paru yang berlarut  larut, karena bakteri terus merunduk di dalam lendir pelindung mereka. Sedangkan, pasien anak – anak akan mengalami infeksi telinga yang berulang. “Jika infeksi tidak kunung sembuh, itu pertanda bakteri semakin kebal antibiotik dan membentuk biofilm,” ucap dia.
            Webster percaya pengobatan modern bakal menemukan cara untuk mendeteksi dan mengobati infeksi biofilm. Ini penting, karena bakteri yang membentuk biofilm lebih tahan 1.000 kali terhadap antibiotik. Dokter tentu akan semakin sulit mengatasinya. “Jika antibiotik masih dipakai untuk mengobati infeksi bakteri, efeknya terhadap pembentukkan biofilm harus terus diteliti,” ujar dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar