Cute Rocking Baby Monkey Bloggernya Ardillah Rachmi : Pemberian adalah hikmah

Minggu, 05 April 2026

Pemberian adalah hikmah

- Pemberian adalah hikmah -

Seringkali terenyuh rasa iba dalam diri ketika konten kehidupan orang-orang fakir miskin yang terkesan sangat jauh dari kesejahteraan diuji berbagai kesulitan, kebanyakan dari mereka diuji kesehatannya. Entah itu kelainan, organ tubuh, kemampuan gerak yang terbatas serta berbagai tumor yang menerpa mereka—tumor yang berbeda. 

Ku pandangi berulang-ulang konten itu, sampai pada detik berikutnya pertanyaan ini muncul, "Apa dosa yang telah mereka lakukan? Sampai Allah uji mereka dengan sebegitu berat diusia senjanya?." Atau "Apakah diterpa kefakiran, kesulitan dan gangguan dalam kesehatan selalu berhubungan dengan dosa?" Atau "Apakah Allah sedang menaikan derajat mereka dengan jalan jadi golongan orang-orang yang bersabar?." 

Pertanyaan itu pun muncul secara spontan. Ketika ditemui konten serupa tetapi ujian yang sama menimpa bayi dan balita, "Bukankah mereka suci tanpa dosa?". "Ujian untuk orang tuanya?." Dan lain sebagainya. 

"Kenapa ada orang-orang serakah yang mudah saja bagi Allah untuk mengambil ruh mereka, tetapi Allah biarkan mereka dalam gelimang harta?", "Ada sebagian yang lain, jangankan untuk pendidikan, mencukupi kebutuhan primer saja mereka sempoyongan, pontang-panting?." "Beberapa golongan bawah itu diterpa penyakit yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit."
Apa yang ingin Allah ajarkan?.

Semuanya adalah pemberian. 

Pemberian tidak melambangkan nilai dari manusia yang diberi. Nilai manusia berada pada daya juang, ikhtiar, usahanya dalam menerima kemudian melanjutkan penghidupan sebagai bentuk syukur. Jadi teringat dengan scene dari podcast suara berkelas, ketika narasumbernya Henry manampiring bercerita tentang seorang kakek yang lanjut usia diterpa berbagai "musibah" dalam pandangan umum masyarakat. Dia hanya berkata, "Siapa yang tahu ini adalah musibah atau keberuntungan?." Seketika teringat tentang konsep hikmah dalam ajaran Islam. Atau surah Al-Baqarah: 216, "...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak."

Kemudian dari podcast tersebut, puzzle dalam kepala saya mulai lengkap. Karena kehidupan sendiri adalah sebuah pemberian. Maka, tolak ukur kebaikan bukan dengan perbandingan takdir—yang tidak bisa dipilih manusia. Kebaikan ada pada diri manusia itu sendiri. Pemberian adalah perjalanan menuju hikmah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar