Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yang ada pada dirinya adalah hal yang membuat dirinya terhormat dan dimuliakan. Namun sayang, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita yang seharusnya menjadi perhiasan dunia dengan keshalihahannya, menjadi tak lagi bermakna.
Di zaman ini wanita hanya dijadikan objek kesenangan nafsu. Hal seperti ini karena perilaku wanita itu sendiri yang seringkali berbangga diri dengan mengatasnamakan emansipasi, mereka meninggalkan rasa malu untuk bersaing dengan kaum pria. Betapa pun Allah ketika menetapkan hijab yang sempurna bagi kaum wanita, itu adalah sebuah penjagaan tersendiri dari Allah kepada kita kaum wanita terhadap mahkota yang ada pada diri kita.
Namun kenapa ketika Allah sendiri telah memberikan perlindungan kepada kita, justru kita sendiri yang berlepas diri dari penjagaan itu sehingga mahkota kemuliaan kita pun hilang di telan zaman. Peliharalah rasa malu itu pada dirimu.
Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ،
.
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)
Wahai saudariku muslimah. Kembalilah ke jalan Rabb-mu dengan sepenuh kemuliaan, dengan rasa malu dikarenakan keimananmu pada Rabb-mu. Tidakkah engkau sadar ketika engkau mempertontonkan dirimu kepada khalayak umum khususnya laki-laki banyak mata-mata yang umum juga memandangmu entah itu baik ataupun buruk.
Sadarilah bahwa bisikian syaitan sangatlah binasa kepada laki-laki tatkala ia memandang kecantikanmu.
.
Karena Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda, ”Wanita itu adalah aurat. Bila ia keluar, setan akan menghiasinya untuk menggoda laki-laki” (HR. At-Tirmidzi 1173)
Maka, berhati-hatilah terhadap dirimu untuk suamimu dan keluargamu dari kecantikan dan sifat malumu.
✍ ittiba.salafi/artikel : muslimah.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar