Dikatakan bahwa "Satu orang alim lebih utama daripada seratus orang zahid." Bagaimana bisa satu orang alim lebih utama dari seratus orang zuhud? Bagaimana pun juga para zahid mempraktikkan kezuhudannya melalui media ilmu, sebab zuhud tanpa ilmu adalah hal yang mustahil.
Lantas apa itu zuhud? Zuhud adalah berpaling dari dunia dan berfokus pada ketaatan dan akhirat. Puncaknya, ia harus mengetahui dunia, kejelekkan dunia, dan ketidakabadian dunia. Ia pun harus mengetahui kelembutan akhirat, kekekalan, dan keabadiannya. Selain itu, ia harus senantiasa berusaha sekuat tenaga agar selalu berada dalam ketaatan sembari selalu mengatakan : "Bagaimana aku bisa menjadi orang yang taat, dan apakah taat itu?" Ketahuilah bahwa semua itu adalah ilmu. Dari sini bisa kita pahami bahwa zuhud tanpa ilmu adalah mustahil, sebab orang yang zahid itu harus memahami ilmu zuhud terlebih dahulu. Dengan demikian, maka pernyataan orang alim lebih utama dari seratus zahid harus diteliti kembali atau maknanya tidak akan bisa dipahami.
Src: Buku Fihi Ma Fihi, Maulana Jalaluddin Rumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar